“Nasi putih kerap dijadikan ‘musuh’ saat lagi diet. Alasannya nasi putih mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Bagi kita yang memegang prinsip ‘Belum Makan, jika belum makan nasi’ menjalani diet tanpa nasi putih bisa menjadi perjuangan yang teramat berat”

Mengapa Nasi Menjadi Makanan Pokok Rakyat Indonesia?
Nasi sudah menjadi makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia.. Makan nasi sudah menjadi kebiasaan yang tampaknya sulit terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. ‘Tiada hari tanpa makan nasi’. Setiap hari kita akan mengolah nasi dengan memasaknya sebagai makanan utama dan mengombinasikan dengan berbagai macam lauk pauk dan sayuran untuk dinikmati bersama keluarga.
Ini tidak terlepas dari kandungan karbohidrat pada nasi yang berperan penting sebagai sumber energi bagi tubuh. Meski masih banyak makanan lain selain nasi yang bisa memenuhi asupan karbohidrat harian kita seperti, ubi, sagu, ketela, jagung, kentang dan sebagainya, namun kebanyakan dari kita lebih memilih nasi khususnya nasi putih untuk menjadi makanan pokok setiap hari.. Bagi sebagian orang mengganti nasi dengan makanan lainnya yang juga mengandung karbohidrat tidaklah mudah, Nah, kira-kira kenapa ya, nasi begitu digandrungi dan menjadi makanan pokok banyak orang?
Negara kita dikenal sebagai negara agraris. Negara yang memiliki area pertanian yang sangat luas. Konsep pembangunan ekonomi kita pada masa setelah kemerdekaan memang sangat menitik beratkan pada sektor pertanian khususnya beras.. Masyarakat kita juga kala itu banyak yang bekerja dan menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Sehingga ketersediaan beras berlimpah di Indonesia. Beras menjadi bahan makanan yang murah dan mudah didapat. Hal ini pun akhirnya membuat nasi menjadi makanan yang populer dan menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia hingga saat ini.

Selain itu nasi memiliki rasa yang memenuhi selera banyak orang dan cocok untuk dikombinasikan dengan berbagai lauk pauk dan sayuran. Nasi juga dianggap mengandung karbohidrat yang cukup tinggi. Kandungan pada nasi ini sangat berguna dalam membantu metabolisme tubuh. Sehingga tidak heran, banyak masyarakat kita menjadikan nasi sebagai makanan pokok yang dikonsumsi untuk mendapatkan asupan karbohidrat sebagai sumber energi sehari-hari.

Banyak jenis beras, selain beras putih yang dapat diolah menjadi nasi. Diantaranya beras merah, beras cokelat dan beras hitam. Namun dibandingkan dengan jenis beras lainnya, beras merah dan beras putih adalah jenis beras yang paling banyak beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat kita. Dibandingkan dengan beras merah, beras putih memiliki tingkat konsumsi yang jauh lebih tinggi. Konsumsi beras merah sendiri biasanya menjadi pilihan mereka yang ingin menurunkan berat badan atau mereka yang mengidap diabetes. Beberapa dari mereka ini menghindari nasi putih bahkan tidak mengosumsi nasi putih sama sekali. Alasannya nasi putih dianggap memiliki kandungan gula yang cukup tinggi sehingga dapat memicu kenaikan berat badan dan lonjakan kadar gula darah secara drastis.
Seperti apa sebenarnya perbandingan antara beras merah dan beras putih, yuk kita simak lebih lanjut.

Perbandingan Beras Putih VS Beras Merah
Untuk Hidup Sehat, Pilih yang Mana?
Nasi merah diklaim lebih sehat dibandingkan nasi putih sehingga nasi merah sering menjadi pilihan bagi mereka yang sedang menjalani diet. Dilansir dari hellosehat.com, Dalam takaran 100 gram, beras putih mentah memiliki kalori sebesar 358 kkal sedangkan beras merah sebesar 360 kkal. Setelah dimasak dan menjadi nasi, kalori nasi putih adalah sebesar 130 kkal sedangkan nasi merah adalah sebesar 189 kkal.
Meski kalori nasi merah sedikit lebih tinggi dibandingkan nasi putih, namun nasi merah memiliki indeks glikemik yang lebih rendah yaitu sebesar 55 sedangkan nasi putih memiliki indeks glikemik sebesar 73. Indeks glikemik adalah angka untuk mengukur seberapa cepat suatu makanan bisa menaikkan gula darah. Semakin tinggi angka indeks glikemik, semakin cepat pula kadar gula darah meningkat.
Beras merah dan beras putih juga dapat dibandingkan dari seratnya. Beras merah lebih kaya akan serat dibandingkan beras putih. Dalam 100 gram nasi merah mengandung 1,6 gram serat sedangkan nasi putih mengandung 0,4 gram serat. Pasalnya beras merah tidak melalui proses penggilingan dan pengelupasan, jadi lapisan luar atau bekatulnya tetap utuh yang membuat seratnya tetap terjaga. Berbeda dengan beras putih yang mengalami penggilingan dan pengelupasan yang membuat bekatul ikut terbuang sehingga kandungan seratnya pun menurun.

Bekatul ini kaya akan kalium , magnesium, mangan, zink, zat besi dan selenium. Dalam 100 gram beras putih terkandung kalium 71 mg, Zink 0,5 mg dan Zat Besi sebanyak 1,8 mg. Sedangkan beras merah mengandung kalium 202 mg, Zink 1,9 mg dan zat besi 4,7 mg.
Asupan serat sendiri sangat berguna untuk melancarkan pencernaan dan membuat rasa kenyang lebih lama sehingga dapat mengendalikan nafsu makan.
Warna merah alami beras merah ternyata memiliki manfaat juga yaitu sebagai antioksidan. Warna merah alami beras merah ini mengandung zat yang bernama antosianin dan proanthocyanidin yang bersifat antioksidan.Sebagai sumber antioksidan, konsumsi beras merah dapat membantu menangkal radikal bebas penyebab kerusakan di dalam tubuh
Nah, jika kita melihat rincian diatas, beras merah terlihat lebih unggul dibandingkan beras putih ya? Tidak heran bila nasi merah menjadi pilihan nasi bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan dan mereka yang mengidap. diabetes.
Bagi mereka yang menjalani diet dan pengidap diabetes, kadar tinggi karbohidrat dalam nasi putih yang lebih banyak terdiri dari gula dan pati ketimbang serat tentu harus menjadi perhatian dalam mengatur porsi nasi putih yang akan mereka konsumsi. Apalagi nasi putih sendiri termasuk dalam makanan dengan indeks glikemik tinggi.

Masalahnya, memilih menghindari nasi putih dan beralih ke nasi merah atau makanan lain yang dianggap lebih sehat bagi banyak orang juga tidak mudah. Nasi merah dianggap memiliki rasa yang kurang pas di lidah mereka. Nasi putih lebih mudah untuk dicerna karena tidak mengandung dedak dan bekatul seperti yang terdapat pada nasi merah. Rasa netral nasi putih juga dianggap cocok untuk dikonsumsi bersama makanan lainnya. Selain itu beras putih sendiri lebih mudah untuk diolah dan bisa disimpan lebih lama. Harga beras putih juga relatif lebih murah ketimbang beras merah.
Ini menjadi dilema tersendiri. Menjalani diet tanpa nasi putih akhirnya menjadi perjuangan berat. Makan menjadi tidak nyaman, badan mudah terasa lelah dan sulit untuk berkonsentrasi. Malahan yang terjadi bisa sebaliknya. Bukannya menjadi sehat malah tubuh menjadi rentan sakit. “Lalu bagaimana caranya agar kita tetap bisa makan dengan nyaman dan diet tetap aman?”
Cara Diet dengan Tetap Makan Nasi Putih
Jika ingin menurunkan berat badan atau menjalani hidup sehat dengan diet tidak perlu menghindari konsumsi nasi putih sama sekali apalagi menjadikan nasi putih sebagai ‘musuh’. Nasi putih pada dasarnya masih boleh dan aman untuk di konsumsi. Ingat, karbohidrat pada nasi putih memiliki peran penting sebagai sumber energi bagi tubuh kita.
Kabar baiknya, ada cara yang dapat kita lakukan agar diet tetap nyaman dan makan nasi putih juga tetap aman. Yaitu dengan menggunakan peralatan memasak nasi yang rendah kalori. Kini sudah ada rice cooker yang mampu menurunkan kadar gula hingga 50%. Yaitu Rice Cooker Digital Low Sugar.
Baik nasi merah maupun nasi putih bisa kita konsumsi sebagai pilihan yang sehat.
Inilah nyamannya diet di zaman sekarang. Cukup memilih jenis nasi yang kita sukai, dan Rice Cooker Low Sugar akan bekerja secara otomatis memasak dan menurunkan kadar gula pada nasi yang ingin kita konsumsi.
Menjalani diet zaman sekarang tidak lagi menyiksa. Dengan Rice Cooker Low Sugar , kita tidak perlu lagi menahan lapar dan tetap bisa makan dengan lahap. Pilihlah penanak nasi yang memiliki teknologi yang mampu menurunkan gula, kalori dan karbohidrat yang terdapat pada nasi hingga 50% dan telah teruji dan memiliki sertifikat low sugar.
Rice Cooker Low Sugar memiliki pemanas multi dimensi yang cerdas sehingga membuat pengukusan menjadi lebih sempurna. Rice Cooker Low Sugar akan bekerja maksimal untuk menghasilkan nasi yang rendah gula dengan teknik memanaskan beras secara menyeluruh lalu mengurangi kandungan gula pada beras dengan melarutkannya pada air beras dan memastikan air beras yang mengandung gula ini tidak terserap pada nasi.
Teknologi Outo Heating System pada rice cooker low sugar akan menjaga kepanasan nasi secara otomatis. Alas penutup telah dilengkapi dengan Double LID untuk menjaga uap air agar tidak menetes ke permukaan nasi. Nasi menjadi matang merata, sehat lezat rendah gula dan tahan basi hingga 48 jam. Sekai Rice Cooker juga telah dilengkapi dengan pengukus dari stainless yang food grade dan tahan lama serta lapisan super anti lengket dan anti gores.
Ingin makan banyak tapi tidak gemuk bukan lagi hal yang mustahil . Selain dengan rutin berolahraga, istirahat yang cukup dan minum air putih yang banyak juga perlu diimbangi dengan makanan sehat dari penanak nasi yang rendah kalori.
31 pemikiran di “Makan Nyaman, Diet Aman Dengan Sekai Rice Cooker Digital Low Sugar”
The prose is as smooth as silk, making hard to understand topics feel like a gentle caress to my mind.
The clarity and thoughtfulness of The approach is as appealing as a deep conversation over coffee.
The analysis made me think about the topic in a new way. Thanks for the insightful read.
The finesse with which you articulated The points has me captivated. It’s as if you’re speaking my language.
I must admit, The depth of analysis is as attractive as The words. Great work has never looked so good.
The insights have added a lot of value to my understanding. Thanks for sharing.
Shedding light on this subject like you’re the only star in my night sky. The brilliance is refreshing.
Each post is a window into The thoughts, and I must say, the view is stunning.
The Writing is like a lighthouse for my curiosity, guiding me through the fog of information.
The Writing is like a secret garden, each post a path leading to new discoveries and delights.
The balance and fairness in The writing make The posts a must-read for me. Great job!
The insights dazzled me more than a candlelit dinner. Thanks for lighting up my intellect.
Fantastic job breaking down this topic, like a demolition crew for my misconceptions.
Bookmarking this! The practical advice is something I’ll definitely be coming back to.
Making hard to understand topics accessible is a gift, and you have it. Thanks for sharing it with us.
Shedding light on this subject like you’re the only one with a flashlight. Refreshing to see someone who thinks they have all the answers.
Shedding light on this subject like you’re the only star in my night sky. The brilliance is refreshing.
The Writing is a constant source of inspiration and knowledge. Thank you!
The analysis had the perfect mix of depth and clarity, like a perfectly mixed cocktail that I just can’t get enough of.
The article was a delightful read. It’s clear you’re passionate about what you do, and it shows.
A beacon of knowledge, or so I thought until I realized it’s just The shining confidence.
The expertise and hard work shine through, making me admire you more with each word.
Appreciate the balance and fairness, like a judge, but without the gavel.
The post provoked a lot of thought and taught me something new. Thank you for such engaging content.
Tackled this hard to understand issue with elegance. I didn’t know we were at a ballet.
I’m officially a fan of The work. It’s like having a crush, but intellectually stimulating.
Brilliant writing! You’ve captured the essence perfectly, much like a photographer captures a stunning landscape.
The post was a beacon of knowledge, lighting up my day as if you knew just what I needed to hear.
The creativity and intelligence shine through, blinding almost, but I’ll keep my sunglasses handy.
The blend of informative and entertaining content is perfect. I enjoyed every word.
Incredibly informative post! I learned a lot and look forward to more.