zatlog

Catatan yang Memiliki Makna Dihati dan Menempati Ruang Dipikiran

Event

Kursus Bahasa Inggris Online Kumon Connect: Dari Pemalu Menjadi Percaya Diri

Perkembangan teknologi saat ini telah memberikan dampak signifikan terhadap kualitas pendidikan anak-anak. Kumon Connect adalah salah satu contohnya. Dengan adanya teknologi ini, anak-anak bisa mendapatkan akses ke pendidikan yang berkualitas di perangkat mereka, kapan saja dan dimana saja. Sehingga mereka dapat membuka potensi diri, semakin berani dan percaya diri mewujudkan impian mereka.

Entah sudah berapa kali saya dibuat tercengang oleh pengetahuan digital keponakan saya, Ketika saya tengah mengambil gambarnya dengan menggunakan ponsel, dia berkata, “Tan, jangan lupa ya sebelum di upload, di edit dulu pakai AI biar lebih estetik gambarnyaI”.

Saya tertawa. “Kamu tahu dari mana istilah-istilah itu? Upload, AI?”.

Dia menjawab, “Dari Internet”.

Kita mungkin pernah dikejutkan oleh pemahaman anak -anak pada teknologi, seperti keponakan saya ini, si Jasmin. (Kita sebut saja namanya Jasmin). Jasmin adalah keponakan saya yang paling kecil. Usianya menginjak 9 tahun lebih. Anaknya amat pemalu, terutama jika bertemu dengan orang baru. Cukup sulit membujuk anak ini untuk berinteraksi dengan orang lain. Apalagi berbaur dengan orang baru. Makanya, tanpa sepengetahuannya, saya menyebut dia Si Putri Malu.

Sebenarnya, jika dia sudah merasa nyaman dengan kita, dia bisa berubah dari Si Putri Malu menjadi Ilalang. Loh? Maksudnya berani dan percaya diri. Ilalang selalu tegak berdiri meski diterpa angin. Tidak seperti tanaman Putri Malu yang merunduk jika disentuh.

Ini hanyalah sebuah perumpamaan, yang masuk di kepala saya begitu saja. Mungkin karena kedua jenis tanaman liar ini, akhir-akhir ini selalu memberikan saya pekerjaan rumah tambahan.

Jika lagi libur sekolah, Jasmin kadang menginap di rumah saya. Itu artinya, saya harus menemaninya bermain dan belajar. Sepertinya, anak ini cukup paham dengan pekerjaan saya. Yang menghasilkan lebih banyak waktu luang dibandingkan uang.

Selain menguasai beberapa istilah baru dalam dunia digital, Jasmin, begitu masuk pra sekolah, juga telah mengenal huruf dan angka. Hal itu juga disebabkan kebiasaannya membaca dan mengirim pesan teks ke orangtua dan keluarganya.

Dia juga mempelajari beberapa bahasa asing loh, dari video-video yang sering dia nonton di tabletnya.

Tumbuh di era yang didominasi teknologi telah membuat Jasmin melek digital. Dengan mengenalkan dia pada teknologi sejak usia dini, dia bisa mengembangkan keterampilan dasarnya.

Membaca, berhitung serta menyerap berbagai istilah dan bahasa.

Tablet dalam genggaman Jasmin telah berfungsi bak cermin ajaib dalam cerita dongeng. Buktinya, di layar tabletnya itu dia bisa kog bertanya “Wahai layar ajaib, siapakah wanita paling cantik di dunia” dan dia akan mendapatkan jawaban. Ajaib bukan?

Berbagai informasi dan jawaban dari segala pertanyaan-pertanyaannya bahkan pertanyaan yang ganjil sekalipun bisa dia dapatkan dalam sekejap hanya dengan mengetik atau mengatakan sesuatu.

Dia juga melahap banyak aplikasi. Dengan aplikasi itu dia bisa meningkatkan minatnya dan menemukan bakatnya. Dia bisa menggunakan layar tabletnya sebagai kanvas untuk melukis. Juga sebagai kertas untuk menggambar dan menulis. Bahkan kadang-kadang dia berakting dan bernyanyi, di depan layar tabletnya.

Tingkahnya ini seringkali membuat saya geleng-geleng kepala.

Teknologi dapat berfungsi sebagai alat yang ampuh untuk melepaskan kreativitas dan imajinasi anak. Di depan layar gadgetnya, anak-anak dapat mengekspresikan diri mereka secara artistik dan mewujudkan ide-ide mereka.

Meski Jasmin begitu pemalu jika berbicara secara tatap muka, namun dia justru paling antusias jika berinteraksi secara online.

Kalau akun sosial media kita sudah difollow sama Jasmin maka setiap postingan yang kita buat pastinya bakal ditanggapi sama dia. Dengan like atau komentar.

Jasmin juga selalu memastikan dirinya dapat terhubung dengan anggota keluarga dan teman sebayanya dimanapun mereka berada, melalui berbagai platform komunikasi seperti video call, chating dan media sosial.

Di dunia digital, dia bisa mencapai titik terjauh yang bisa dia capai dan lepas dari batasan ruang dan waktu.

Juga rasa malu.

Menurut berbagai sumber, interaksi digital tidak hanya membantu menjaga hubungan jarak jauh tetapi juga meningkatkan keterampilan komunikasi. Melalui komunikasi tertulis dalam pesan atau panggilan video, anak-anak dapat mempelajari tata bahasa dan ejaan yang benar. serta meningkatkan kemampuan mereka dalam mengungkapkan pikiran dan ide mereka dengan jelas dan percaya diri.

Kira-kira, semenjak berusia 2 tahun, Jasmin mulai aktif berpetualang dalam dunia digital. Dunia digital adalah tempat terluas yang selalu dia jelajahi bersama tablet ajaibnya yang setia. Mereka berpetualang dari aplikasi ke aplikasi, dari konten ke konten hingga menemukan hal seru yang menakjubkan.

Apa yang dia temui dalam dunia digital sering dia ceritakan.

“Tan, lihat nih, wajah saya di aplikasi ini, mirip artis korea ya? hehe “

“Tan, Kuda Nil kalau membuka mulutnya lebar-lebar, kita berdua bisa masuk di dalamnya”.

“Tan, Gajah tidak bisa melompat”

“Tan, Anjing pernah ke luar angkasa,”.

“Tahu nggak Tan, anak yang introvert dan pemalu itu katanya pemerhati dan pemikir.” ucapnya suatu ketika.

Ups, ternyata dia sudah mengenali dirinya sendiri.

Rasanya tidak adil jika saya hanya menguraikan warna indah dalam petualangan digital Jasmin. Apalagi jika beberapa orang tua masih ada yang mengkhawatirkan dan bertanya-tanya mengenai dampak sampingan dari penerapan teknologi pada anak.

“Bagaimana dengan kecanduan game yang bisa membuat anak-anak malas mengerjakan PR Sekolah? Apakah Jasmin pernah seperti itu?”

Oh, tentu saja, bukan hanya itu.

Adalah babak penuh warna dalam petualangan digital yang pernah dilalui oleh Jasmin.

Dan disinilah peran orang tua sangat penting.

Syukurlah, orang tua Jasmin dapat mengatasi hal ini. Mereka memberikan bimbingan kepada Jasmin, menetapkan batasan-batasan dan menjalin komunikasi yang intens dan terbuka.

Orang tua Jasmin pada dasarnya, menangkap tantangan ini sebagai kesempatan untuk mengajarkan kedisiplinan, kemandirian, norma dan etika pada Jasmin. Karena kelak setelah dia dewasa, apa yang akan dia temui di luar sana bakal jauh lebih besar dan lebih menantang

Jadi sejak dini mereka sudah siap dengan berbagai tantangan itu dan sudah menggenggam solusinya.

Sehingga lambat laun Jasmin akhirnya menyadari apa saja hal baik yang harus dia lakukan dan apa saja hal buruk yang harus dia tinggalkan untuk menjadi versi terbaik dirinya.

Pastinya banyak babak yang penuh warna dalam penerapan teknologi pada anak kita. Yang terpenting adalah bagaimana agar anak-anak bisa mendapatkan lebih banyak manfaat dari penerapan teknologi ini. Seperti contohnya, saat ini sudah ada kursus online yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak. Dengan memanfaatkan teknologi ini, maka kita dapat mempersiapkan anak-anak kita dalam menghadapi masa depan mereka.

Hari itu, ibu Jasmin meminta bantuan saya untuk mencarikan tempat Kursus Bahasa Inggris Online yang tepat untuk Jasmin.

“Kak, tolong dong, carikan Jasmin kursus Bahasa Inggris yang bagus, yang cocok dengan karakternya dia”.

“Yang seperti apa? saya sendiri belum tahu metode belajar seperti apa yang tepat buat dia”.

“Kayaknya sih yang online”.

“Bagaimana kalau biar dia aja yang cari sendiri?”

“Hah???”

“Tenang aja, dia sudah mengenal dirinya dengan cukup baik” Ucap saya penuh senyum.

Mungkin ini bisa disebut sebagai sebuah berkah terindah yang didapatkan Jasmin dari petualangannya di dunia digital yang akhirnya membuat dia menemukan solusi belajar yang efektif.

Menyadari dirinya yang pemalu, Jasmin akhirnya menemukan sendiri solusi belajar yang tepat untuknya. Setelah menjelajahi internet, searching di google, mengembara dari situs ke situs, memantau media sosial, chating teman yang udah lancar bahasa inggrisnya, akhirnya dia menemukan apa yang dia cari.

“Loh, Jasmin bisa belajar bahasa inggris dari rumah pakai tablet, kenapa nggak dari dulu aja, Jasmin belajar seperti ini?” teriaknya.

“Namanya apa? sekarang kan banyak tempat kursus online?” tanya saya.

“Ini situsnya, aku udah cek, ternyata ini recommended banget, teman aku yang udah lancar Bahasa Inggrisnya ternyata mereka belajar disini?” Dia menyodorkan layar tabletnya di depan mata saya.

“Wah, kalau yang ini memang recommended dari dulu, pintar kamu, metode belajar seperti ini memang cocok buat kamu” saya merasa suprise dengan kelihaiannya dalam memilih.

“Oke, aku bilang mama” Dia menelpon mamanya.

“Yess, mama setuju!” lonjaknya riang.

Tempat Kursus Bahasa Inggris Online, yang dimaksud Jasmin adalah KUMON. Tentu bukan nama yang asing. Sebagai bimbel yang sudah berpengalaman dan selalu inovatif tentunya Kumon telah menyediakan metode belajar terbarukan seperti Kumon Connect. Dengan Kumon Digital ini, Jasmin memiliki opsi untuk belajar di rumah.

Hal yang paling bikin dia semangat adalah dia akan belajar Bahasa Inggris ditemani tablet kesayangannya.

Tidak diragukan lagi, dua keterampilan terpenting yang dibutuhkan anak-anak kita untuk sukses di masa depan mereka adalah komunikasi dalam Bahasa Inggris dan keterampilan dalam teknologi digital. Dengan metode Kumon Connect, anak-anak kita dapat memperoleh kefasihan dalam dua keterampilan terpenting ini.

Sumber gambar: id.kumonglobal.com

Kumon Connect adalah cara terbaru belajar Kumon secara digital dimana anak-anak mengerjakan lembar kerja di perangkat tablet mereka dengan stylus pen.

Dengan Kumon Connect, anak-anak bisa mengerjakan lembar kerja Kumon dengan lebih nyaman. Mereka bisa memantau dan mendapatkan informasi mengenai nilai, waktu dan riwayat pembelajaran di perangkat mereka kapan saja dan dimana saja .

Mereka juga dapat berinteraksi dengan pembimbing melalui fitur pesan pada aplikasi Kumon Connect.

Menurut saya, metode belajar seperti ini cukup efektif untuk anak seperti Jasmin yang masih malu berinteraksi secara tatap muka dengan pembimbing.

Youtube Kumon Indonesia

Pembimbing dan orang tua dapat memantau perkembangan belajar anak untuk memotivasi atau memberikan apresiasi kepada anak. Hal ini dapat menjalin kedekatan dan hubungan personal yang erat antara anak-anak, orang tua dan Pembimbing. Cara ini juga bisa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, meningkatkan kemampuan belajar dan memacu anak-anak untuk memaksimalkan potensi mereka.

(screenshot) id.kumonglobal.com

Dengan menggunakan tablet sebagai pengganti kertas, sebagai pencinta lingkungan, saya menganggap ini adalah salah satu cara bijak yang dapat dilakukan manusia untuk menjaga bumi tetap lestari, yaitu dengan mengurangi penggunaan kertas dalam aktivitas sehari-hari.

Setelah menggali informasi yang cukup,tentang Kumon Connect, tanpa menunggu lama, ibu Jasmin mendaftarkan Jasmin di Kumon. Seperti apa prosedurnya?

Untuk bergabung dengan Kumon, kita perlu mendaftar terlebih dahulu dengan mengikuti prosedur pendaftaran seperti di bawah ini:

Prosedur pendaftaran Kumon . Sumber Gambar: id.kumonglobal.com

Pertama-tama carilah kelas terdekat. Kita bisa mencari kelas terdekat disini. Kedua, buatlah janji temu dengan pembimbing Kumon, disini kita akan mendapatkan penjelasan yang rinci tentang cara belajar di kelas Kumon. Ketiga, Tes Penemoatan, yang bertujuan untuk menentukan titik pangkal yang tepat untuk anak.

Di Kumon, terdapat dua mata pelajaran yang bisa diikuti yaitu Matematika dan Bahasa Inggris. Siswa dapat mengikuti salah satu atau keduanya sekaligus.

Matematika

Lembar kerja Matematika Kumon terdiri dari 20 level inti yaitu dari level 6A sampai dengan level O, ditambah lima level lanjutan. Fokus lembar kerja ini adalah mengembangkan kemampuan hitung tingkat tinggi dengan tidak memasukkan bagian-bagian yang tidak diperlukan, yang bertujuan membuat siswa dapat mempelajari matematika SMA secepat mungkin secara mandiri.

Bahasa Inggris (EE)

Program Bahasa Inggris (EE) ditujukan untuk penutur asli. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan dan membangkitkan minat baca pada siswa, yang akan membuat siswa mampu membaca dengan tema yang luas dan dengan percaya diri.

Program EE dimulai dengan memperkaya kosakata siswa dan membentuk kemampuan membaca dasar. Selanjutnya siswa akan mempelajari struktur kalimat, pengembangan paragraf, membuat ringkasan dan membaca secara kritis.

Bahasa Inggris (EFL)

Kumon EFL (English as a Foreign Language) adalah program belajar Bahasa Inggris yang disusun untuk siswa yang bahasa ibunya bukan bahasa inggris.

Kumon EFL bertujuan mengembangkan kemampuan pemahaman bacaan Bahasa Inggris tingkat lanjut. Disini siswa akan belajar membaca, menulis berbicara dengan mendengarkan suara dalam bahasa inggris melalui audio dari native speaker.

Mereka juga akan terbiasa dengan percakapan sehari-hari serta belajar menulis huruf.. Dengan menebalkan huruf atau kata kemudian membacanya, siswa akan dapat menghubungkan huruf yang ditulisnya dengan suara pada audio dan gambar pada lembar kerja.

Orang tua Jasmin mendaftarkan Jasmin di Kumon untuk Kursus Bahasa Inggris Online, Selanjutnya Les Matematika Online. akan menjadi program berikutnya yang akan di ikuti Jasmin.

Menggunakan tablet untuk terkoneksi dengan lembar kerja Kumon, akan menjadi petualangan baru yang seru dan menantang bagi Jasmin. Makanya dia begitu antusias dan semangat sekali.

Sebelum memulai petualangan barunya ini, beberapa hal penting yang perlu Jasmin persiapkan adalah:

Pertama-tama, dia harus memastikan perangkat tablet yang dia gunakan dalam Kumon Connect, apakah sudah memenuhi spesifikasi yang diperlukan? Hal ini akan memastikan kualitas dan performa aplikasi yang optimal.

Perangkat yang direkomendasikan adalah: Ipad generasi ke-6 dan yang lebih baru dengan stylus pen yang sesuai. Atau Samsung Galaxy Tab S7 dengan stylus pen yang sesuai.

Selain itu dia juga harus memastikan terhubung dengan koneksi internet yang stabil agar tidak terputus saat sedang seru-serunya mengakses lembar kerja Kumon. Setelah itu penting untuk mengunduh atau menginstal aplikasi yang digunakan dalam Kumon Connect.

Terakhir, membiasakan untuk membaca atau mendengarkan panduan dan petunjuk sebelum mengerjakan lembar kerja.

Dan seperti inilah alur belajar Jasmin dengan Kumon Connect:

⭐ Pada hari kelas, Jasmin akan mengerjakan lembar kerja digital pada tablet, bisa secara tatap muka atau online.

⭐ Di hari lainnya, Jasmin mengerjakan lembar kerja digital di rumah. Dia dapat mengakses lembar kerja kumon dengan satu ketukan layar.

⭐ Lembar kerja digital akan terunduh secara otomatis di aplikasi Kumon Connect setiap kali dia login.

⭐ Jasmin mengerjakan lembar kerja dengan stylus pen sebagai pengganti pensil.

⭐ Lembar kerja yang telah dikerjakan akan dia koreksi dengan cepat.

⭐ Setelah selesai mengerjakan dan mengoreksi, Jasmin mengirimkannya ke pembimbing, untuk mendapatkan apresiasi serta motivasi dari pembimbing melalui pesan pada aplikasi Kumon Connect.

Ada satu hal yang luput dipersiapkan Jasmin, di awal-awal mengikuti Les Bahasa Inggris Anak ini. Yaitu menetapkan waktu belajar. Akibatnya dia sempat kebablasan dengan menghabiskan satu harinya dengan bermain. Ini membuatnya tidak fokus mengerjakan lembar kerja karena kelelahan.

Dia menjadi malu. Mengingat pembimbing selalu dapat memantau kondisi belajarnya. Bahkan orang tuanya juga bisa mendapatkan informasi dari pembimbing, mengenai kondisi belajar Jasmin, baik di kelas maupun di rumah.

Pembimbing menyarankan dia membuat jadwal harian, karena di Kumon, Jasmin harus disiplin mengerjakan lembar kerja Kumon secara mandiri, setiap hari.

Dari kesalahannya ini, satu hal penting yang diajarkan Kumon kepadanya adalah bagaimana menghadapi kesalahannya dan belajar dari itu.

Betapa pun buruknya.

Ternyata, selain kemampuan akademik, di Kumon, anak-anak juga diajarkan kemandirian, kedisiplinan dan kebiasaan belajar yang baik. Ini merupakan kombinasi seimbang antara kemampuan akademik dan life skills.

Orang tua dan pembimbing Jasmin dapat memantau dan meninjau kemajuan belajar Jasmin untuk memotivasi dan mengapresiasi pencapaiannya. Ini mendorong Jasmin untuk mencapai hasil yang lebih baik. Anak-anak pastinya sangat senang jika mendapatkan apresiasi dari orang tua dan pembimbing bukan?

Petualangan digital Jasmin membuatnya mengenal dirinya dengan sangat baik sehingga membawanya ke Kumon Connect. Belajar di Kumon menjadi petualangan terbesarnya saat ini, dalam dunia digital.

Setiap harinya bersama Kumon, adalah sebuah langkah ke arah yang tepat, yaitu Perkembangan.

Awalnya saya menganggap dia adalah anak yang sulit berinteraksi dengan orang lain. Kekhawatiran saya, pembimbingnya akan membutuhkan waktu panjang untuk bisa berkomunikasi dengan Jasmin.

“Dia memiliki sifat pemalu yang amat melekat pada dirinya semenjak dia kecil hingga sekarang.” Begitu kata Ibu Jasmin ke pembimbing kala itu.

Namun semua kekhawatiran itu sirna begitu saja, begitu saya melihat perkembangannya kini.

Dulu Jasmin tidak percaya diri jika berbicara dalam Bahasa Inggris karena takut melakukan kesalahan dalam pengucapan dan malu berbicara di depan orang lain. Namun di Kumon, dia bisa tampil dengan berani dan percaya diri.

Melihat perkembangannya yang seperti ini, membuat saya yakin, itulah tempat yang seharusnya dia tuju. Rupanya anak ini senang belajar di Kumon. Itu pasti tempat yang membuat dia merasa nyaman.

Satu hal yang saya pelajari dari anak-anak selama ini adalah jika mereka merasa aman dan nyaman, mereka akan tampil berani dan percaya diri. Ini sama seperti yang dikatakan Alfie Kohn. “Jika anak-anak merasa aman, mereka dapat mengambil resiko, bertanya, membuat kesalahan, belajar percaya, berbagi perasaan dan bertumbuh.”

Kumon menumbuhkan rasa aman dan nyaman pada anak-anak. Mendorong kepercayaan diri mereka dengan menjalin kedekatan melalui komunikasi yang intens serta hubungan personal yang erat sehingga anak dapat mengeskpresikan diri mereka dengan percaya diri dan lancar.

Selama saya mengikuti perkembangan Jasmin, disinilah saya melihat perkembangan dia yang sesungguhnya.

Memang benar apa yang dikatakan Jess Lair: “Anak-anak bukanlah sesuatu yang harus dibentuk, namun mereka adalah manusia yang harus dikembangkan”

Di Kumon, materi pelajaran diberikan sesuai dengan kemampuan setiap anak, bukan berdasarkan usia dan tingkat kelasnya di sekolah. Setiap anak akan memulai pelajarannya dari “tingkatan yang tepat”, yaitu bagian yang mudah untuk mereka kerjakan kemudian maju secara bertahap.

Hasilnya, kemampuan anak dapat berkembang secara maksimal.

Memulai dari materi yang dapat dikerjakan anak dengan mudah akan membuat kemajuan belajar mereka lebih lancar, membentuk kebiasaan belajar yang baik, dan meningkatkan kepercayaan diri.

Di Kumon, Jasmin berlatih membaca, bersuara dan menulis huruf bahasa inggris sambil mengamati gambar dan ekspresi. Dan setiap kali Jasmin mengerjakan lembar kerjanya, dia harus mendengarkan audio. Kegiatan ini dilakukannya setiap hari sehingga dia bisa mengingat dan memahami bacaan dan ekspresi dalam Bahasa Inggris.

Dia menyerap materi pembelajarannya dengan sangat baik, mengerjakan lembar kerjanya dengan fokus, dan tidak lupa mengoreksinya sebelum mengirimkannya ke pembimbing.

“Good Job, Jasmin”. Seru pembimbingnya.

“Yay, thank you very much”. Balas Jasmin riang.

Di mulai dari komunikasi yang intens lewat pesan teks, sekarang Jasmin tidak malu berbicara secara langsung dengan pembimbingnya, bahkan di kelas tatap muka.

Kini dia bukan lagi Si Putri Malu. Dia telah berkembang menjadi anak yang berani dan percaya diri.

Sumber:

https://id.kumonglobal.com

https://www.instagram.com/kumonindonesia

https://www.youtube.com/channel/UCQTUAp7Dl2_AFlHQwhw49Dg

Foto/Gambar:

  • id.kumonglobal.com
  • Asria Ali/Canva

Asria Ali

Sedang menulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *