6. Merekayasa manfaat produk
“minuman ini mengandung vitamin C yang baik untuk daya tahan tubuh” salah satu contoh promosi produk. Walaupun kuantitas bahan yang disebutkan terkandung dalam produk tersebut hanya sedikit sekali bahkan mungkin tidak terlalu berpengaruh namun produsen justru menjadikan bobot kecil itu sebagai bahan promosi utama.
Sebutir kecil bahan positif yang terkandung dalam sebuah produk makanan dan minuman bisa menutupi bahan negatif lainnya seperti pengawet atau pewarna tambahan yang terkandung didalamnya, tentu dengan trik marketing yang cerdik tapi licik.
7. Memanfaatkan kepercayaan pelanggan loyal
Ssst…trik marketing licik yang satu ini sekarang banyak digunakan oleh reseller atau penjual yang mungkin tidak Anda sadari. Jadi jangan berharap Anda benar-benar mendapatkan harga istimewa setelah menjadi pelanggan loyal. Karena yang terjadi sebaliknya.
Anda sebagai pembeli baru yang justru akan mendapat harga yang lebih murah dengan produk atau pelayanan yang lebih baik. Hal ini untuk menumbuhkan kepercayaan dan kesetiaan anda terhadap produk atau pelayanan mereka.
Dan setelah mereka mendapatkan itu dari Anda, habislah Anda. Anda yang justru pelanggan loyal akan mendapat harga yang lebih tinggi dengan kualitas yang lebih rendah. Mengapa? karena pemasar memanfaatkan kesetiaan Anda. Mereka telah mengenal Anda sebagai konsumennya dengan baik. bahkan mengetahui budget yang bisa Anda keluarkan.
Itulah mengapa ketika Anda pertama kali membeli atau menjadi pelanggan pertama rasanya baik-baik saja. Namun ketika Anda kembali lagi, harga-harga mulai naik dan pelayanan terhadap Anda berubah. Namun karena Anda sudah terlanjur ‘nyaman’ dan ada kepercayaan di awal, akan lebih mudah untuk Anda menerima.
Meyakinkan pelanggan yang loyal untuk kembali membeli lebih mudah jika di awal Anda telah merasa puas dengan produk atau pelayanan mereka.
Masih banyak strategi pemasaran yang menjebak lainnya yang mungkin pernah Anda alami atau trik marketing licik yang terlewatkan dari yang disebutkan diatas. Silahkan menuliskannya di kolom komentar di bawah ini.

Catatan Zatlog
“Marketing terbaik
tidak terasa seperti marketing“
Tom Fishburne