zatlog

Catatan yang Memiliki Makna Dihati dan Menempati Ruang Dipikiran

Bisnis dan Karir

9 Penyebab Pelanggan Kabur : Jangan Katakan Hal Ini ke Konsumen Anda

“Jangan sampai Anda kehilangan pelanggan karena komunikasi Anda yang buruk. Cermati kalimat yang tanpa disadari dapat menjadi penyebab pelanggan kabur.”

Banyak cara yang dilakukan penjual untuk menarik pelanggan dan mempertahankan mereka. Mulai dari menyediakan produk yang berkualitas, harga yang murah dan bersaing serta pelayanan yang prima dan profesional. Kualitas pelayanan dapat dilihat dari sikap dan pola komunikasi dalam menghadapi pelanggan.

Komunikasi yang baik dan dapat menarik pelanggan untuk membeli produk yang ditawarkan haruslah selalu diterapkan oleh penjual agar penjualan mereka sukses sesuai target. Namun sayangnya masih terdapat beberapa pedagang atau penjual yang masih saja memelihara pola komunikasi yang buruk ini. Yang justru dapat menjadi penyebab pelanggan kabur.

Apa saja kalimat yang seharusnya dihindari oleh penjual kepada pembeli yang bisa menjadi penyebab pelanggan kabur?

Silahkan disimak catatan zatlog.com dibawah ini.

  • 1. “Baru kali ini ada yang mengeluh dengan produk / pelayanan kami”

Kalimat ini memberi kesan bahwa cuma pelanggan saja sendiri yang mengeluh sementara yang lain puas. Menyiratkan bahwa kesalahan terletak bukan pada perusahaan tapi pelangganlah yang hanya mencari-cari kesalahan. Pelanggan akan merasa dianggap penggerutu dan di cap sebagai pelanggan yang buruk.

  • 2. “Ini saja ?”

Pertanyaan yang meremehkan atau memang hanya kesalahan dalam pemilihan kata saja. Tapi kesan yang dapat ditangkap oleh pelanggan bisa berbeda dengan yang dimaksud penjual. Lebih baik Anda menghindari kalimat tersebut jika menginginkan pelanggan menambahkan item barang dalam keranjang belanja mereka. Salah satu contoh kalimat yang dapat Anda gunakan yaitu “Ada yang ingin ditambahkan?’.

  • 3. “Barang itu mahal”

Penjual tidak pantas memberi penilaian yang subjektif terhadap kemampuan beli seseorang. Banyak contoh dimana seseorang yang merasa direndahkan oleh penjual hanya karena penampilan mereka. Ketika calon pembeli bertanya mengenai sebuah produk atau layanan seharusnya Anda dapat memberitahukan dengan jelas mengenai harga tanpa membedakan pelanggan dari penampilan dan status sosial mereka.

Asria Ali

Sedang menulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *