zatlog

Catatan yang Memiliki Makna Dihati dan Menempati Ruang Dipikiran

Bisnis dan Karir

Penyebab Usaha Gagal di Tahun Pertama

Mengapa banyak usaha tidak bertahan lama? Apa penyebab usaha gagal di tahun pertama?

Memulai menjalankan sebuah bisnis memang penuh tantangan dan rintangan. Untungnya ada banyak orang lain yang telah memulainya sebelum Anda. Mereka berhasil dalam bisnisnya dan sebagian dari mereka, yang sayangnya tidak sedikit dari yang berhasil, mengalami kegagalan.

Jangan sia-siakan, kegagalan bisnis yang mereka atau mungkin Anda alami dapat Anda jadikan pelajaran.

Tentu tak ada yang ingin mengalami hal ini : “Bisnis terpaksa berhenti karena tidak mampu menanggung kerugian yang terus menerus”. Akhirnya menghentikan bisnis yang dirintis pun menjadi kenyataan pahit yang tak dapat dihindari. Bukannya berhenti sejenak untuk memecahkan solusi, dan mencari jalan perbaikan untuk mencoba dengan cara yang lebih cerdas, banyak diantara mereka malah menyerah, menyesali dan bahkan menarik diri dari dunia bisnis.

Agar tidak terus mengalami kegagalan dalam bisnis, yuk pelajari beberapa penyebab usaha gagal, tidak bertahan lama atau kesalahan bisnis yang hanya seumur jagung ini.

  • Kurangnya Perencanaan

Kekurangan mendasar dalam perencanaan bisnis bisa menjadi penyebab usaha yang dikelola gagal di tengah jalan. Tidak mampu mengendalikan kegiatan operasional, arus kas yang tidak jelas serta strategi yang tidak tepat dalam mengelola resiko , dapat membuat pebisnis mengambil langkah yang salah Pengusaha yang menjalankan bisnis tanpa perencanaan yang matang tidak mampu melakukan bisnis dengan benar dan teratur sesuai dengan tahapan-tahapan yang seharusnya dilakukan..

Sangat penting untuk menyusun rencana, sistem operasional, keuangan, dan strategi serta tujuan dan visi misi yang ingin dicapai. Berpegang pada rencana bisnis yang telah dibuat dan konsisten menjalankannya dapat membuat usaha tetap berada pada jalur yang benar.

  • Mengeluarkan modal yang besar di awal usaha

Pemilik bisnis yang baru memulai usaha kadang tidak realistis. Banyak para pengusaha dari bisnis kecil seringkali jor-joran mengeluarkan dana di awal memulai usaha. Contohnya, dengan membeli peralatan operasional dalam jumlah besar, merekrut karyawan melebihi kebutuhan, bahkan mengambil pinjaman besar untuk usaha yang belum memiliki pendapatan yang stabil.

Sebelum membayangkan keuntungan yang dapat Anda raih, Jika Anda ingin memulai terjun dalam sebuah bisnis, tentu Anda juga harus mempertimbangkan resiko yang dapat saja terjadi. Namun seringkali yang terjadi alih-alih mempertimbangkan resiko, seseorang kadangkala malah terbuai oleh bayangan keuntungan besar yang masih dalam angan-angan.

Akibatnya banyak diantara bisnis ini yang tutup karena tidak kuat menanggung kerugian yang terus-menerus untuk membiayai operasional usaha dan membayar pinjaman. Mereka bahkan tidak dapat mengembalikan modal yang sudah terlanjur dikeluarkan.

Ekspektasi yang berlebihan terhadap keuntungan yang akan didapat seringkali membuat para pengusaha pemula tidak mempertimbangkan resiko dengan melakukan pengeluaran awal yang cukup agresif. Pebisnis pemula kadang tidak menyadari jika sebuah bisnis tidak hanya membutuhkan dana pada saat memulai tapi juga dana untuk bertahan.

Modal besar di awal usaha yang tidak mampu menghasilkan profit yang sesuai harapan akhirnya menjadi penyebab usaha gagal.

  • Bisnis yang kaku tanpa inovasi

Tidak memiliki inovasi, hanya membuat usaha jalan ditempat sehingga memberi kesempatan pesaing merebut pelanggan dengan ide kreatif mereka. Bisnis butuh penyesuaian-penyesuaian yang inovatif dan mampu menghadapi perubahan. Ketidakmampuan berinovasi hanya akan membuat usaha stagnan dan terlihat kurang menarik. Dan akhirnya menjadi penyebab usaha gagal

Ingatl : Bisnis yang dikelola dengan benar pun dapat mengalami kegagalan jika berpuas diri dan tidak bergerak maju dan melakukan perubahan terus menerus.

“Bahkan jika Anda berada di jalur yang benar,

Anda akan terlindas jika Anda hanya duduk di sana”

Will Rodgers

Pantau pasar dan ketahui kapan Anda perlu mengubah rencana bisnis anda. Pelajari dengan baik keinginan pelanggan. Ambillah langkah-langkah cerdas dan kreatif yang membedakan usaha Anda dengan pesaing. Buatlah usaha Anda lebih menarik dan memiliki keunggulan yang tidak dimiliki pesaing yang lain.

  • Manajemen yang buruk

Banyak pemilik bisnis yang pemula tidak memiliki keahlian dan keterampilan di berbagai bidang seperti keuangan, pembelian, penjualan, produksi serta perekrutan dan pengelolaan karyawan. Akibatnya bisnis menjadi kacau dan kerugian pun tidak dapat dihindari.

Sebagian bisnis ini bahkan hanya mengandalkan seorang manajer untuk mengendalikan semuanya dan pemilik hanya bertindak sebagai pemilik modal sehingga ketika kehilangan manajer dan tidak memiliki sumber daya manusia yang potensial, bisnis pun menjadi kacau balau sehingga tak dapat beroperasi dengan baik.

Walaupun tidak ada pengusaha yang memulai bisnis dengan mengetahui segalanya tentang pelanggan, produk atau pasar mereka, namun mempelajari lebih dalam tentang itu semua sebelum memulai menjalankan bisnis tersebut akan sangat membantu.

Pada pebisnis yang berhasil, dapat kita lihat terdapat sosok manajer, pemasar, dan akuntan dalam diri mereka.

  • Ekspansi terlalu dini

Ekspansi terlalu dini dapat menjadi penyebab usaha gagal. Sering terjadi pemilik bisnis yang terlalu cepat mengambil langkah ekspansi walaupun bisnis belum lama berjalan. Mereka ingin segera menggandakan profit seakan mengejar momentum. Pertumbuhan yang lambat dan stabil. lebih baik dibandingkan bisnis yang terlalu cepat melesat namun belum memiliki pangsa pasar yang kuat.

Tentu diperlukan waktu untuk menilai sebuah bisnis layak untuk dikembangkan lebih luas. Minimal dua tahun ketika menilai kebutuhan pasar terhadap bisnis anda semakin tinggi, atau anda mulai mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan yang semakin besar, barulah kemungkinan untuk berekspansi dapat dipertimbangkan.

Jika ingin mengambil langkah aman, untuk bisnis kecil sebaiknya setelah modal awal telah kembali dan keuntungan yang telah diraih. itu yang digunakan untuk modal ekspansi..

Pemikiran bahwa pendapatan akan semakin besar jika bisnis semakin besar telah banyak membuat para pebisnis yang bangkrut akibat ekspansi dini ini. Apalagi jika ekspansi tersebut dibiayai oleh dana pinjaman.

Salah satu contohnya adalah Sevel atau 7 Eleven. Dari detik.com Pt Modern Sevel Indonesia {MSI} menyadari bahwa salah satu penyebab berhentinya jaringan Sevel di indonesia, salah satunya karena ekspansi gerai terlalu cepat dilakukan di awal

  • Tidak memiliki pengetahuan yang benar tentang penyebab kegagalan

Salah menganalisis penyebab usaha yang dikelola gagal sering dilakukan pemilik bisnis. Mereka malah seringkali menganggap penyebab usaha gagal dan tidak bertahan lama yang mereka alami akibat faktor dari luar, seperti adanya saingan atau pasar yang sudah mulai jenuh.

Padahal jika mereka mampu menganalisis penyebab dengan tepat tentu dapat membantu mereka merumuskan strategi dalam menghadapi kondisi bisnis yang menantang

baca juga : Cara Cerdik Pertahankan Pelanggan Jika Pindah Tempat Usaha

Demikianlah beberapa penyebab usaha gagal dan cara mengatasi bisnis yang tidak mampu berkembang di tahun pertama.

Semoga dapat membantu Anda tetap semangat saat Anda dalam kesulitan, memotivasi Anda untuk terus maju dan membantu Anda untuk memiliki keyakinan bahwa Anda akan dapat melakukan terobosan dan lompatan cerdas untuk bisnis Anda.

Banyak dari pengusaha mengalami bisnis mereka gagal di tahun pertama. Tapi itu bukan alasan untuk tidak mencoba dengan cara yang lebih baik.

Jika Anda mengalami ini, Coba periksa kegagalan Anda lebih dalam. Mereka menyimpan informasi yang kuat tentang bagaimana Anda harus bergerak maju.

Anda harus gagal dengan sukses. Caranya dengan memiliki keberanian untuk menerima kegagalan dan belajar darinya.

Salam Sukses

Catatan Zatlog

“Saya tidak gagal.

Saya baru saja menemukan 10.000 cara

yang tidak akan berhasil”.

-Thomas Edison

Baca juga : Rahasia Dibalik Bisnis yang Hidup Segan Mati Tak Mau

Baca juga : 9 Penyebab Pelanggan Kabur : Jangan Katakan Hal Ini ke Konsumen Anda

Asria Ali

Sedang menulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *