zatlog

Catatan yang Memiliki Makna Dihati dan Menempati Ruang Dipikiran

Sudut Pandang

Apakah Mimpi Bisa Menjadi kenyataan?

Apakah mimpi bisa menjadi kenyataan Zatlog.com

Apa arti dari mimpi? Bisakah mimpi menjadi kenyataan atau meramalkan sesuatu yang akan terjadi?

Sebagian orang mempercayai sebuah mimpi adalah petunjuk tentang sesuatu yang akan terjadi, Kepercayaan inilah yang melahirkan banyak ahli tafsir mimpi dari berabad-abad yang lalu. Sebagian lain menganggap mimpi hanyalah bunga tidur dan tak berarti apa-apa. Namun tak sedikit pula yang menghubungkan mimpi dengan spiritualitas atau adanya intervensi ilahi.

Pertanyaan tentang mimpi tetap bertahan hingga saat ini. Tak ada satu kesimpulan yang dapat ditarik dan diyakini sehingga menjadi rujukan ilmiah. Walaupun penelitian tentang mimpi dari segi keilmuan telah banyak dilakukan. Namun para ahli tak ada satupun yang dapat menarik satu kesimpulan ilmiah dari peran mimpi terhadap realita.

Kekuatan mimpi yang bisa memprediksi kenyataan atau precognitive dream, memang mengandung misteri yang tak akan pernah berakhir. Sigmund Freud sendiri merasa bahwa tak perlu adanya sebuah pertanyaan apakah mimpi itu dapat memberikan kepada kita petunjuk tentang apa yang akan terjadi atau apakah mimpi itu bisa menjadi kenyataan atau tidak.

“Mimpi itu sebenarnya lebih tepat kalau dikatakan sebagai sesuatu yang memberikan pengertian kepada kita tentang masa silam, karena mimpi-mimpi itu berasal dari masa silam dalam setiap permasalahannya. Mimpi-mimpi itu akan menuntun kita kepada kehidupan masa depan.Tapi akan halnya masa depan ini, yang mana pihak yang mengimpikan menggambarkan seakan-akan terjadi di waktu sekarang, sebenarnya merupakan sesuatu yang telah terbentuk oleh keinginan yang ditekan di masa silam”.

Namun sebaliknya salah satu teori neurobiologis dalam bermimpi yang dikenal sebagai Hipotesis Sintesis Aktivasi, mengungkapkan teori yang menyatakan bahwa mimpi sebenarnya tidak berarti apa-apa. Mimpi hanyalah impuls listrik otak yang menarik pikiran dan citra acak dari ingatan kita.

Lalu mengapa banyak orang yang melaporkan mimpi tentang peristiwa atau keadaan yang kemudian terjadi?

Mengapa beberapa mimpi dianggap sebagai petunjuk tentang sesuatu yang akan terjadi?

Ada banyak contoh dimana mimpi benar-benar menjadi kenyataan dengan cara yang tidak terduga sebelumnya.

Abraham Lincoln telah bermimpi tentang kematiannya sekitar 2 minggu sebelum dia terbunuh. Dia bermimpi berjalan melalui gedung putih sampai dia menemukan mayatnya sendiri. Dan setelah kematiannya dia dibaringkan ditempat yang persis sesuai dengan yang digambarkan dalam mimpinya.

Tak ada yang benar-benar tahu seberapa persis kenyataan yang terjadi dengan mimpi yang dialami atau bahkan apakah itu benar-benar terjadi?

Menurut catatan dari Healthline,” Ketika suatu peristiwa dalam kehidupan sehari-hari anda tampaknya paralel dengan sesuatu yang terjadi dalam mimpi, anda cenderung mengingat persamaan daripada mencatat perbedaannya”.

Walaupun hanya sebagian kecil peristiwa dalam mimpi yang menjadi kenyataan namun orang cenderung hanya berfokus pada bagian yang sama dan tidak menghiraukan detail yang berbeda lalu menyimpulkan mimpi itu benar-benar sesuai dengan kenyataan yang terjadi.

Mimpi mungkin termasuk kejadian yang belum tentu dipikirkan namun setelah memimpikannya seseorang berusaha mengumpulkan fakta yang serupa lalu berusaha mengaitkannya dengan mimpi yang pernah dialami.

Karena mimpi dialami oleh semua orang, dalam cerita yang berbeda-beda maka setiap orang dapat memiliki interpretasi sendiri mengenai mimpi terhadap kenyataan.

Sebagian orang mungkin berpandangan bahwa mimpi ada kalanya berupa petunjuk atau semacam isyarat tentang apa yang akan terjadi. Sebagian menganggap tidak semua mimpi itu adalah petunjuk. Bagi seseorang mimpi kadang muncul dari hasrat yang terpendam, keinginan yang sulit diwujudkan juga ketakutan yang dalam akan sesuatu.

Sebagai pemimpi yang rutin bermimpi, mungkin lebih baik untuk kita tidak berlebihan dalam memaknai mimpi. Lebih baik fokus pada manfaat mimpi tersebut. Jika kita belum mampu menarik manfaat dari mimpi setidaknya kita mampu menikmati mimpi sebagai sebuah hiburan yang sempurna. Kita masuk dan berperan didalamnya dan merasakan sensasinya yang seakan nyata terjadi, Jika itu mimpi yang buruk, saat terbangun kita tentu akan merasakan kelegaan jika hal yang buruk itu hanyalah sebuah mimpi. Seseorang kadang ada yang terlalu berlebihan memaknai mimpi yang dialaminya sehingga menimbulkan ketakutan tentang apa yang akan terjadi.

Entah apakah mimpi itu mengungkapkan sesuatu kepadamu, akhirnya semua tergantung dari interpretasi kamu sendiri. Kamu dapat melakukan analisa sendiri dengan menguraikan detil peristiwa dalam mimpi dengan kenyataan yang terjadi.

Kembali lagi, dibanding meneliti mimpi lalu memprediksi hal-hal yang akan terjadi, lebih baik fokus pada manfaat kognitif dan emosional dari bermimpi.

Impian kita penuh dengan informasi, nasihat , bimbingan yang perlu kita ketahui tentang diri kita sendiri dan gambaran tentang situasi sehingga kita dapat membuat keputusan yang lebih baik. Tahap dimana kita bermimpi, kita dapat melakukan hal-hal yang kita pelajari ke dalam ingatan. Mimpi juga menawarkan manfaat emosional seperti introspeksi diri, memberikan inspirasi, sehingga kamu bisa melahirkan banyak ide dari bermimpi.

Mimpi itu menyimpan daya kekuatan magis. Sumber kreaktivitas dan pemecahan problem yang tersembunyi. Yang dapat anda gunakan sementara anda tidur

Jodeph Katz, Ph.D.

Baca : Hidup Bukanlah Perjuangan

Asria Ali

Sedang menulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *