zatlog

Catatan yang Memiliki Makna Dihati dan Menempati Ruang Dipikiran

Artikel UnggulanSudut Pandang

Usia Senja Bukan Alasan Untuk ‘Duduk Manis Aja Dirumah Menikmati Hari Tua’

lansia bekerja

Bukan hanya faktor ekonomi, namun ada beberapa alasan yang membuat para lanjut usia atau lansia ini memilih untuk tetap bekerja

Berapa banyak dari mereka yang berpikir kalau selayaknya orang yang berusia senja sudah tidak sepantasnya lagi bekerja. Mereka disarankan untuk ‘duduk manis aja di rumah menikmati hari tua’.

Rasanya tidak wajar membiarkan orang yang sudah berusia diatas 60 tahun ini masih harus bekerja mencari nafkah. Ketahanan fisik yang menurun dan kemunduran fungsi otak menjadi salah satu alasannya.

Namun sebelum menghakimi anak atau cucu yang sering dianggap tak punya rasa peduli hingga mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap para pekerja lanjut usia ini, yuk cek dulu fakta tentang alasan para lansia yang memilih tetap bekerja, yang dirangkum zatlog.com berikut ini.

Bukannya merasa sehat, para lansia justru merasa mudah sakit jika tidak bekerja

Alasan lansia yang memilih tetap bekerja, dari pengakuan beberapa lansia yang ditemui zatlog.com mengatakan bahwa setelah pensiun mereka hanya mampu menikmati masa pensiun itu sekitar sebulan. Setelah itu mereka mulai merasa jenuh.

Kehilangan pasangan, berkurangnya teman, juga anak yang sudah tidak tinggal serumah serta anak yang sibuk bekerja membuat para lansia ini dihinggapi rasa sepi dan bosan.

Kurangnya aktivitas dan lingkungan sosial yang dirasa semakin sempit, membuat mereka mudah dihinggapi stress.

“Lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung dapat menjadi hiburan dan mengurangi stress” demikian alasan beberapa dari mereka.

Lanjut usia tetap lanjut bekerja dapat membuat mereka lebih bugar, sehat dan panjang umur.

Para lansia rentan mengalami post power syndrome

Post power syndrome adalah kondisi dimana individu merasa tidak bisa melepaskan diri dari kebanggaan akan kekuasaan dan kejayaannya terdahulu.

Tidak lagi bekerja dan tak lagi memiliki power atau kekuasaan membuat para lansia merasa tak lagi dihargai.

Meski bukan termasuk gangguan kejiwaan namun gejala ini dapat menurunkan kepercayaan diri para lansia,

Hal ini yang mendorong mereka untuk terus bekerja agar tetap merasa dihormati dan berkuasa.

Kebutuhan ekonomi para lansia cenderung meningkat

Alasan faktor ekonomi, yang sering dianggap masyarakat kita, yang mendorong para lansia tetap bekerja memang masih cukup tinggi. Ketika pensiun, penghasilan dari dana pensiun yang diperoleh tentu sudah tidak sama besarnya dengan penghasilan yang dulunya diterima ketika masih menjadi pegawai.

Padahal kebutuhan hidup mereka malah biasanya semakin bertambah menyangkut masalah biaya kesehatan.

Makanan para lansia yang harus mempertimbangkan nilai gizi dan kandungan nutrisi yang tepat, serta kebutuhan akan vitamin dan obat-obatan ditaksir membutuhkan biaya lebih besar.

Walaupun para lansia di usia tersebut, yang sudah pensiun biasanya tidak lagi memiliki tanggungan cicilan, kredit dan sebagainya, serta gaya hidup konsumtif di usia tersebut juga sudah menurun. Namun keinginan untuk memenuhi kebutuhan akan kesehatan fisik dan mental serta untuk tujuan sosial, cenderung meningkat.

Alasan ekonomi yang mendorong para lansia untuk tetap bekerja inilah yang banyak menimbulkan empati bahkan sering dianggap sebagai alasan tunggal.

Pemahaman yang sempit ini begitu lumrah terjadi di indonesia, Di media sosial simpati kerap kali digaungkan saat mendapati para lansia yang masih bekerja membanting tulang mencari nafkah.

Sayangnya simpati itu seringkali dibarengi pula dengan hujatan kepada keluarganya atau sang anak. Walau faktanya didapati ada beberapa yang tidak tepat sasaran karena ternyata mereka bukanlah orang yang tengah terjerat kesulitan ekonomi.

Sebenarnya cukup manusiawi, dan simpati itu juga bukanlah sesuatu yang salah kaprah secara keseluruhan. Namun kecenderungan seseorang yang mengasihani para lansia yang masih terus bekerja ini lebih kepada pertimbangan fisik atau usia semata. Padahal sepatutnya mereka juga mempertimbangkan kondisi psikis para lansia jika mereka tidak lagi bekerja.

Jadi bagaimana sebaiknya kita menyikapi hal ini?

Sebelumnya, berhentilah menyarankan para lansia untuk duduk manis aja dirumah. Namun sarankan agar mereka tetap beraktivitas dan melakukan kegiatan positif yang mereka gemari. Segala hal yang dapat membuat mereka merasa nyaman dan berperan dalam kegiatan sosial dan organisasi dapat mencegah kemunduran fisik maupun psikis.

Ketahui dengan jelas, apa yang menjadi alasan para lansia ini tetap bekerja. Jangan hanya berpatokan pada hal ekonomi. Jika mereka masih ingin bekerja maka berilah dukungan untuk itu. Hanya saja perlu diperhatikan jenis pekerjaan dan durasi waktu kerja. Sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.

Lanjut usia dan lanjut bekerja bukanlah masalah.

Yuk dukung terus para lansia yang masih bekerja ini !

Asria Ali

Sedang menulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *