
Mari sejenak kita merenungkan, seperti apa perilaku kita terhadap bumi selama ini.
Plastik sekali pakai, botol dan kaleng minuman, pecahan beling, sisa-sisa makanan, limbah dapur, kertas dan daun-daun kering, semuanya dibuang begitu saja tanpa dipilah dan diolah, dibiarkan terangkut menuju TPA, Tempat Pembuangan Akhir.
Di TPA, sampah itu lalu bersatu dengan jutaan sampah lainnya. Membentuk hamparan yang luas. Membentuk timbunan sampah yang tinggi. Semakin tinggi menuju langit. Seolah ingin menantang bumi.
Disisi lain, masih ada manusia yang membuang sampah sembarangan. Dibiarkan berserakan di jalanan. Mencemari sungai, danau dan lautan. Mereka tidak menyadari, jika satu sampah yang dibuang sembarangan, adalah sebuah luka baru bagi alam.
Cobalah untuk melihat lebih dalam ke alam. Bumi kita telah memberi isyarat. Lewat banjir, kekeringan, badai serta perubahan iklim yang kita rasakan akhir-akhir ini, adalah isyarat bahwa bumi kita tidak baik-baik saja.
Ini adalah saatnya untuk bergerak dan beraksi. Satu langkah kecil yang kita lakukan setiap hari, seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, menanam pohon, menggunakan produk yang ramah lingkungan, dapat membawa perubahan besar untuk alam.
Namun jangan lupa, aksi kita menjaga bumi perlu selaras dengan menjaga kebersihan diri. Jangan sampai kita enggan membersihkan lingkungan karena khawatir tangan akan terpapar kuman. Atau sebaliknya, aktif menjaga kelestarian alam namun mengabaikan kebersihan tangan.
Karena sekarang bukan masanya memilih antara kebersihan tangan atau lingkungan. Keluarga masa kini, pasti bisa menciptakan harmoni diantara keduanya.
Seperti apa? Yuk ikuti aksi keluarga kecilku di rumah, dalam tema “Bersih Ceria, Keluarga Bahagia, Bumi Terjaga.“

Aksi kecil Sehari-hari Agar Bumi Tetap Lestari
Satu hari adalah satu langkah kecil untuk perubahan. Aksi kecil yang kita lakukan setiap hari dapat memberi dampak yang besar bagi alam. Di rumah, aku berupaya menularkan kebiasaan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan kepada anak-anak. Agar membentuk kebiasaan dan pola pikir ramah lingkungan pada mereka dan generasi mendatang.
Inilah dia kegiatan kami di rumah dalam menjaga bumi.
Memilah Sampah + Mengolah Limbah = Masa Depan Cerah
Memilah sampah, memisahkan antara sampah organik dan anorganik serta mengolah sampah telah menjadi rutinitas kami di rumah. Sampah Organik kami olah menjadi kompos, pupuk tanaman dan pakan ternak. Sementara sampah anorganik kami gunakan kembali atau didaur ulang untuk menjadi produk baru
Lihat, kami membuat kerajinan tangan dari bubur kertas, unik bukan?
Bubur kertas terbuat dari kertas bekas yang direndam dengan air lalu dihaluskan dan dicampur lem. Bubur kertas bisa dibentuk menjadi bahan serbaguna untuk seni dan kerajinan tangan yang ramah lingkungan.

Sementara sampah organik yang berasal dari tanaman, limbah dapur dan sisa makanan, kami olah menjadi kompos dan sebagai pakan Maggot.

Maggot adalah larva dari lalat BSF (Black Soldier Fly). Maggot memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengurai sampah organik. Nah, maggot ini bisa dimanfaatkan sebagai pakan yang bergizi untuk ternak seperti unggas dan ikan.
Kami senang bisa memberi makan ikan dengan pakan bergizi yang kami hasilkan sendiri dari pemanfaatan sampah organik.

Manfaat mengolah sampah, selain untuk menjaga kelestarian alam juga bisa membentuk ketahanan pangan yang berkelanjutan. Masa depan pun semakin cerah dengan sumber daya alam yang dapat dinikmati keluarga dan generasi mendatang.
Makin Sedikit Sampah Plastik, Bumi Makin Cantik
Sampah plastik sulit terurai oleh alam sehingga menumpuk dan mencemari lingkungan. Tumpukan sampah plastik juga mengganggu pemandangan dan membuat kita merasa tidak nyaman.
Oleh karena itu, aku berupaya mengurangi penggunaan plastik dalam keseharian dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Contohnya dengan membawa tas belanja sendiri, menggunakan botol minum dan wadah makanan yang bisa digunakan kembali, memilih produk isi ulang serta memisahkan dan mendaur ulang sampah plastik.
Untuk menghindari penggunaan kantong plastik, aku selalu membawa tas kain yang bisa digunakan saat berbelanja.


Kami juga menggunakan kembali kantong plastik sebagai kantong sampah atau untuk keperluan lain sebelum dibuang.
Semakin sedikit sampah plastik maka semakin baik pula kondisi lingkungan kita. Bumi menjadi lebih bersih, asri dan indah karena tidak tercemar oleh sampah plastik yang sulit terurai.
Menanam tanamam = Menanam Harapan
Di rumah, aku gemar menanam berbagai macam tanaman. Ada tanaman hias, sayuran dan buah-buahan. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, namun juga penting untuk kehidupan. Karena tanaman bisa menjadi obat mujarab untuk menyembuhkan luka pada alam.

Tanaman dapat membantu mengurangi polusi udara, menjaga kualitas tanah, mengendalikan air hujan, menyerap CO2 dan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan semua makhluk hidup.
“Dengan menanam tanaman, kami pada dasarnya menanam harapan akan lingkungan yang lebih hijau, udara dan air yang lebih bersih, sumber pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan, serta habitat yang lebih baik untuk semua makhluk hidup saat ini dan yang akan datang.”

Hemat Energi

Penggunaan energi yang berlebihan, terutama energi yang menggunakan bahan bakar fosil seperti minyak, bensin, solar, batu bara dan gas, dapat berdampak negatif pada lingkungan yaitu menyebabkan polusi udara dan peningkatan emisi gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim.
Hemat energi tak hanya menjadi slogan semata, namun benar-benar kami terapkan di kehidupan nyata. Meskipun hanya satu langkah kecil seperti mematikan lampu, namun bisa menjadi sejuta langkah untuk bumi.

Aksi kami dalam hemat energi antara lain: mematikan alat elektronik yang tidak digunakan, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan menghemat penggunaan air serta listrik di rumah.
Kami juga lebih memilih memanfaatkan cahaya matahari untuk mengeringkan pakaian.
Menggunakan Produk yang Ramah Lingkungan
Sadar lingkungan membuat aku selektif dalam memilih barang kebutuhan rumah tangga untuk keluarga di rumah. Tentunya dengan memilih produk yang dibuat dengan formulasi ramah lingkungan, berbahan dasar alami dan bebas dari bahan kimia berbahaya. Contohnya produk dari Yuri Indonesia.
Menggunakan produk yang ramah lingkungan dapat memberi banyak manfaat, antara lain:
✔ Mengurangi polusi dan sampah,
✔ Menghemat energi dan sumber daya alam.
✔ Menjaga kesehatan manusia dengan menghindari bahan kimia berbahaya.
✔ Mendukung ekonomi berkelanjutan dengan mendukung industri hijau.
✔ Melindungi keanekaragaman hayati melalui praktik yang bertanggung jawab.
Jaga Tangan Tetap Bersih Bersama Yuri

Tangan adalah anggota tubuh yang paling sering terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan pelestarian lingkungan. Mulai dari memilah dan mengolah sampah, menanam tanaman dan bersentuhan dengan hewan ternak.
Pada tempat sampah, tanah, tanaman hingga pada tubuh hewan ternak, bisa terdapat kuman berbahaya dan tangan kita bisa menjadi media utama penyebaran kuman, virus, bakteri dan berbagai mikrooganisme yang tidak terlihat, yang dapat menyebabkan penyakit seperti diare atau infeksi pernafasan.
Oleh karena itu, seusai bergelut dengan aktivitas pelestarian alam tentu saja kami tidak pernah alpa untuk selalu membersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir untuk mencegah penyebaran kuman, bakteri dan virus penyebab penyakit.
Meskipun saat melakukan kegiatan kami menggunakan sarung tangan namun kami tetap memastikan untuk mencuci tangan sebelum dan setelah menggunakan sarung tangan. Karena sarung tangan bisa terkontaminasi kuman dari tangan kita saat kita mengenakannya.

Agar tangan bersih secara maksimal, aku menggunakan hand soap Yuri, yang efektif membersihkan tangan.
Handsoap Yuri dibuat dengan formula ramah lingkungan dan memiliki kemasan isi ulang sehingga selaras dengan gaya hidup kami saat ini yang ingin menjaga kelestarian alam.


Kemasan Yuri yang praktis dan ekonomis, membuat aku ingin menciptakan lingkungan rumah yang lebih sehat dengan meletakkan handsoap Yuri di setiap sudut rumah yang terdapat keran air, agar seluruh anggota keluarga, terutama anak-anak, selalu ingat untuk mencuci tangan pakai sabun.
Apalagi anak-anak sangat menyukai aroma hand soap Yuri yang segar dan tahan lama di tangan mereka serta memiliki berbagai varian yang sesuai selera mereka, seperti apple, grape, strawberry, orange dan lemon. Meskipun awalnya sebelum mencoba hand soap Yuri, ada berbagai pertanyaan yang mereka lontarkan.
“Mengapa memakai sabun cuci tangan bukan sabun biasa saja atau sabun mandi?”
“Karena sabun cuci tangan dirancang khusus untuk membersihkan kotoran dan membunuh kuman dan bakteri di tangan yang biasanya bakteri dan kumannya tuh lebih kuat dan bandel” jawabku.
“Tapi kalau terlalu sering cuci tangan pakai sabun, nanti lama-lama tangan bisa kering hingga lecet dan terkelupas”, tanya mereka lagi.
“Ini kan hand soap Yuri” kataku. “Hand soap Yuri mengandung vitamin E yang menjaga kulit tangan tetap halus dan lembut meski sering digunakan”.

Dengan hand soap Yuri, anak -anak kini rutin mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Tak hanya itu, mereka juga mempraktekkan cara mencuci tangan yang benar dan tepat dengan memastikan bahwa semua kotoran dan kuman yang menempel di setiap jari, sudut tangan hingga di kuku mereka, telah lenyap.
Akhir kata
Menjaga kebersihan tangan tak hanya melindungi diri kita sendiri namun juga orang yang kita sayangi. Dengan menggunakan produk yang ramah lingkungan, kita turut berkontribusi pada kelestarian alam, menciptakan keselarasan antara manusia dan alam serta mewujudkan masa depan yang lebih baik.
Nah, jangan sampai tangan dan lingkungan menjadi tempat yang nyaman untuk kuman. Mari kita jaga agar tangan tetap bersih, keluarga sehat berseri dan bumi semakin lestari, bersama Yuri.
Foto/Gambar:
- Yuri Indonesia
- Asria Ali
- Canva